Selasa, 13 Mei 2014

Tegur preman Pasar Senen, Brimob malah dipukuli

Merdeka.com - Anggota Brimob yang sedang tidak berpakaian dinas menegur pengendara sepeda motor yang menyenggolnya. Ternyata, pengendara motor itu adalah preman yang sering mangkal di Pasar Senen dan tidak senang dengan teguran polisi. Preman itu mengajak teman-temannya untuk memukuli anggota yang menegurnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menjelaskan peristiwa itu terjadi di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis 24 Januari 2013 kemarin. Kejadian berawal saat anggota Brimob yang sedang tidak memakai pakaian dinas hendak menyeberang.

"Kemudian pas nyebrang itu disenggol sama seseorang yang sedang naik sepeda motor," ujar Rikwanto saat dihubungi wartawan, Jumat (25/1).

Karena membahayakan orang lain, polisi menegur pengendara motor tersebut. Namun peringatan itu tidak diindahkan dan malah mendapat perlawanan.

"Enggak berapa lama setelah ditegor, preman tidak terima dan malah galakan preman. Kemudian preman itu meminta rekan-rekannya untuk mencari anggota Brimob ini. Setelah ketemu baru deh dipukulin," kata dia.

Atas insiden tersebut, lanjut Rikwanto, pihaknya telah mengamankan tiga orang yang diduga ikut terlibat. "Sementara baru tiga yang diamankan," ujar Rikwanto.

Petugas polisi yang dipukuli preman tersebut mengalami luka serius di kepala. "Lukanya benjol-benjol di kepala," kata Rikwanto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar